post

Telah bisa dibuktikan jika dampak dari bully dapat buruk sekali. Tidak jarang-jarang, korban bully alami stres dan akhiri diri kita. Sayang di kehidupan setiap hari, bully sering tersamarkan berbentuk gurau. Tujuannya melucu, tetapi mengarah pada gurauan yang sakiti. Jika diprotes, argumennya ‘kan hanya bergurau’. Bahkan juga jika seorang tersinggung sebab gurauan dia anggap baper dan kurang rekreasi.

Canda-canda yang mengarah ke bully ini biasanya tidak diakui. Tetapi dibanding tanpa sadar sakiti, seharusnya kamu mulai memikir 2x saat sebelum keluarkan jokes-jokes ini.

Suku, ras, agama, dan antargolongan jadi rumor peka semenjak zaman dahulu. Orang yang kurang pahami keanekaragaman kerap memandang mudah pemberian cap pada seorang berdasar identitasnya dengan niat untuk berbuat tidak etis. Walau kamu kemungkinan tujuannya bergurau, tetapi gurau yang bau sara ini seharusnya dijauhi saja.

Banyak langkah untuk bikin orang ketawa, tanpa perlu harus mengejek. Sebuah cerita berduka pernah terjadi di Inggris. Seorang anak namanya Aroon diketemukan meninggal menggantung diri di kamarnya sesudah terima tindakan bully dari beberapa temannya, mengenai kulitnya yang putih. Aroon yang bersekolah antara golongan minoritas, tidak mampu terima ejekan dan olokan mengenai keadaan fisiknya, lalu memilih untuk akhiri hidupnya. Beberapa hal semacam ini kerap tidak kita ketahui. Apa yang menurut kita lucu, rupanya seperti sembilu untuk seseorang.

Buatmu kemungkinan itu bukan apa-apa. Cuman kamu ungkap sebatas untuk hidupkan situasi. Tetapi kemungkinan kamu tidak tahu bagaimana ia bekerja keras diet untuk turunkan berat tubuh. Kamu kemungkinan tidak tahu jika masalah berat tubuh itu membuat depresi dan tertekan. Dengan memakai berat tubuhnya sebagai bahan bergurauan, kamu kemungkinan tidak pernah tahu jika itu melukainya.

Pelecehan tidak cuma terjadi saat cewek jalan sendiri lalu ada cowok-cowok di pengkolan bersuit-suit asyik dan tawarkan diri untuk temani. Di antara rekan yang telah sama-sama mengenal, dapat terjadi pelecehan tanpa diakui. Awalannya seperti disanjung. Disebut elok, s*ksi, dan lain-lain. Tetapi seterusnya, harus mulai kamu cermati.

Saat seorang lakukan kekeliruan, walau itu rekan sendiri, telah selayaknya kamu memberikannya peringatan. Kecuali menyadarkan jika ia salah, sebagai saran untuk dianya juga. Tetapi menyapa di muka umum, walau itu dengan suara mengkritik atau komedi sarkas, itu telah terhitung bully. Orang yang ditegur akan berasa dipojokkan dan dihakimi tidak dapat bela diri. Untuk menyapa seorang, sebaiknya dilaksanakan secara private. Kritikan yang kamu beri lebih pas target, tanpa yang berasa dibuat malu.