post

Indonesia memang populer dengan film sinetron yang mempunyai ciri-ciri uniknya tertentu. Walau kadang banyak yang ngomong aneh dan memaksain, sampai saat ini perubahan. Industri selingan kita sudah alami perubahan yang demikian cepat. Berjalan mundur ke zaman tahun 2000-an, jika kamu ingat ada sebuah. Acara TV bertema Mistis Dua Dunia yang saat itu disiarkan di stasiun TV Indosiar. Pemain inti dalam film sinetron ini diantaranya ialah Febby Lawrence, Devi Permatasari, Tio Duarte, Jihan Fahira, dan beberapa. Bintang film sinetron yang lain.

Tidak bermain-main, jumlah adegan yang disiarkan waktu itu juga sejumlah sekitar 30 lo. Film sinetron yang ini memang populer dengan figur fenomenalnya, yakni siluman berupa 1/2 manusia dan 1/2 ular. Tentu saja dengan pengemasan yang Indonesia sekali. Sesudah demikian lama daya ingat kita berkaitan film sinetron itu raib, pada akhirnya saat ini kita dapat bernostalgia dengan film sinetron itu karena TikTok.

Jika tidak ada filter TikTok yang namanya time warp waterfall, kemungkinan lain ceritanya dan kita tidak akan bernostalgia kembali mengenai kekhasan film sinetron usang itu. Sekian hari akhir-akhir ini memang sangat banyak beberapa video TikTok yang trending dan menyebar luas sampai ke bermacam jenis sosial media yang lain seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Sebagian besar video yang trending itu mempunyai content yang serupa, yakni memakai filter time warp waterfall yang membuat 1/2 tubuh kita jadi kabur dan pada akhirnya seakan-akan seperti siluman ular dalam film sinetron itu. Netizen Indonesia memang juara jika kasus membuat content aneh-aneh seperti begini sich.

Tidak seperti sekarang ini, dahulu ketentuan siaran selingan yang berada di TV dapat disebut tidak seketat saat ini. Tahu sendiri lah jaman saat ini apa-apa disensor, serta hal yang tidak. Pikirkan buat disensor juga sama pemerintahan masih akan disensor. Nah, Dua Dunia ini dahulu memang tampilkan beberapa figur dengan. Baju-pakaian yang sedikit terbuka, apa lagi jika pemainnya gunakan baju tradisionil. Karena itu jaman dahulu kita sering kali curi-curi peluang buat menonton acara ini agar tidak kedapatan dengan orang tua. Tiap pulang sekolah, tentu duduk langsung manis di muka TV sekalian makan siang dan nungguin acara itu tampil.