post

Jangan Sia-siakan Hidupmu Membenci Orang Terlalu Lama. Biar Nggak Menyesal Nantinya

Jalani liu kehidupan, kita tidak bisa lepas dari yang bernama emosi. Dari beberapa emosi yang ada, beberapa salah satunya akan melahirkan hati-perasaan misalnya tidak suka dan rasa sakit hati. Entahlah itu berawal dari peristiwa-kejadian remeh, sampai beberapa hal yang di rasa demikian menyakitkan sampai sanggup memengaruhi kehidupan seorang. Tidak salah kok, toh yang bernama emosi memang salah satu perihal yang jelas ada dalam kehidupan manusia.

Karena itu tidak bingung beberapa orang atau bahkan juga kita sendiri kadang membenci sampai menyimpan rasa sakit hati pada sesuatu hal dalam saat yang dapat disebut tidak sesaat. Walau sebenarnya kamu paham.kamu mengerti tidak sich, rupanya simpan tidak suka dan sakit hati dalam waktu lama itu seperti kita menelan bom saat yang dapat setiap saat bisa meledak sendirinya lo. Kok dapat ya?

Sesungguhnya tidak ada yang larang bila kamu simpan rasa tidak suka pada seseorang, atau bahkan juga telah capai step sakit hati. Dapat disebut dua hal itu ialah tanggapan alami yang akan muncul pada diri seorang saat dia hadapi satu hal yang di rasa membuat tidak nyaman dalam bermacam segi. Entahlah itu permasalahan persahabatan, keluarga, pertalian cinta, atau juga bisa beberapa masalah remeh yang lain yang pada akhirnya berbuntut fatal. Toh yang bernama akseptasi segalanya untuk pribadi masing-masing itu berlainan kok.

Maknanya, tidak suka dan sakit hati itu ialah hak. Kamu sah-sah saja rasakan hal itu bila memang dibutuhkan. Ingat, memang tidak semua hal tersebut dapat ditanggapi dengan baik saja kok. Ada saatnya kita harus berlaku sebaliknya~

Walau tidak ada yang larang kamu untuk mempunyai rasa kemarahan, tidak suka, dan sakit hati, tetapi kamu perlu ingat jika merendam hati itu dalam waktu lama bukan adalah hal baik. Bisa jadi kamu yakin jika tidak maafkan seseorang dapat membuat hidupmu berasa semakin tenang dan baik saja. Tetapi coba, praktikkan hal tersebut dalam waktu lama, tentu rasanya berlainan.

Orang yang kamu tidak suka, hidupnya tetap baik saja sebab mereka periode bodoh dengan yang kamu kerjakan. Ibaratnya, kamu ingin jungkir jempalik seperti bagaimana juga mereka tidak akan perduli. Sesaat hidupmu akan lagi makin capek sebab hari untuk hari kamu habiskan untuk membenci dan dikitari emosi negatif. Namanya tidak suka itu perlu energi lo, dan itu betul-betul meletihkan!

post

5 Alasan Langsung Ambyar Saat Ditanya “Kamu nggak apa-apa?”, Padahal Sebelumnya Merasa Baik-Baik Saja

Pernah tidak sich kamu alami peristiwa seperti pada atas? Awalannya kamu baik saja. Kalaulah berduka dan pengin menangis, bisa ditahan-tahan. Kamu juga berlaku cerah seakan tidak ada yang lagi mengusikmu. Hingga kemudian seorang menanyakan: “Kamu baik saja?”. Lalu, semua pertahananmu luruh. Kamu juga seperti Didi Kempot yang tidak dapat meredam sakitnya ditinggal, ambyar.

Kadang bingung mengapa kamu langsung bisa ambyar saat seorang menanyakan “Kamu tidak apa-apa?” atau “Kamu baik saja?”. Walau sebenarnya awalnya kamu berasa baik saja. Mungkin kemungkinan-kemungkinan ini dapat menjawab, mengapa hati berasa ambyar dan tangis kerap pecah saat ditanyakan apa kamu baik saja.

Seperti seseorang, kamu hadapi hari yang berat. Permasalahan yang bertumpukan, dan kemungkinan fisik merasa overwhelmed. Tetapi kamu selalu berasa itu bukanlah hal yang besar. Tidak apa-apa kok, nanti usai sendiri, demikian katamu dalam hati. Tetapi, pertanyaan “kamu baik saja?” itu ibarat sebuah pukulan untukmu memeriksa apa yang sesungguhnya terjadi. Lantas, ambyar itu berasa saat kamu mendapati bukti jika rupanya kamu memang tidak baik saja.

Sesungguhnya kamu paham.kamu mengerti jika kamu sedang tidak baik saja. Tetapi hidup lagi berjalan bagaimana juga hatimu sekarang ini. Sebab tidak pengin memberatkan seseorang, lalu kamu juga bersandiwara segala hal prima dan kamu baik saja. Tetapi, saat seorang menanyakan bagaimana kabarmu ini hari, kamu tidak dapat bohong kembali. Kamu tidak berhasil sembunyikan bukti jika kamu memang tidak baik saja. Tidak apa-apa kok, sebab kamu tidak harus baik saja sejauh waktu.

Permasalahan yang demikian berat, membuat moodmu amburadul dan emosimu kurang konstan. Saat seorang menanyakan “Kamu tidak apa-apa?”, kamu menganggap sebagai penegasan jika gesturmu sedang murung durja. Kamu menganggap sebagai sebuah tuntutan jika kamu harus tersenyum, ketawa, dan bergurau sejauh waktu. Kemurunganmu dipandang sebuah permasalahan, dan karena itu kamu berasa benar-benar capek. Kamu juga kecewa, sebab, memangnya kamu harus tersenyum dan ramah lagi tiap hari?

Sejauh ini kamu selalu simpan semua sendiri. Kecuali kamu malas memberati seseorang dengan bebanmu, kamu berasa tidak bakal ada yang perduli. Karena itu kamu selalu bersandiwara baik saja, walau dalam hatimu amburadul. Tetapi, saat seorang memperlihatkan kepeduliaannya dengan menanyakan “kamu baik saja?”, pertahanan diri kamu roboh. Apa yang kamu tahan-tahan sejauh ini juga pada akhirnya luruh. Kamu berasa dipahami, dan entahlah kenapa, itu membuat kesedihanmu malah tidak tertahan kembali.

post

Dear Mahasiswa, Sebelum Berpikir Kamu Salah Jurusan, 5 Hal Ini Patut Kamu Pertanyakan

Tentukan jalur kuliah ialah step awalnya dalam tentukan hari esok. Ya walau saat ini pekerjaan seorang tidak selalu sesuai jalur kuliahnya. Tapi, tentu saja seluruh orang pengin bekerja sesuai sektor yang didalami kan?

Karenanya, jadi susah saat kamu berasa salah jalur. Telah teranjur pilih dan menjaringnai perkuliahan, lalu kamu berasa sektor ini tidak pas untukmu. Entahlah sebab materi perkuliahannya begitu susah kamu turuti, atau ada sektor yang lain tiba-tiba pengin kamu jalani. Tetapi, saat sebelum ceroboh memutus kamu salah jalur dan melepas pengajaranmu sekarang ini, coba pikirkan dahulu banyak hal ini. Agar kelak tidak ada yang kamu sesalkan.

Tiap pertimbangan tentu mempunyai karena musabab. Terhitung pemikiranmu jika kamu telah ambil jalur yang keliru. Nah, apa yang membuat kamu memikir begitu? Apa dari awalnya kamu memang telah mempunyai opsi sendiri, tetapi mau tak mau ambil ini sebab satu dan lain perihal? Atau sebab sesudah kamu jalani perkuliahan, kamu berasa kesusahan di mata kuliah tertentu sampai kamu berasa tidak sanggup? Atau lingkungannya yang kurang cocok untukmu hingga kamu susah menyesuaikan?

Bila jawabanmu nomor satu, apa saat ini lebih memungkinkannya untuk sepakat untuk ambil jalur yang betul-betul kamu ingin? Bila jawabanmu nomor dua, bagaimana bila kesusahanmu cuman di mata kuliah hanya itu, sedang di mata kuliah yang lain kamu baik saja?

Saat kamu berasa ada di jalur yang keliru, coba cari info jalur apa yang terbaik untukmu. Sesudah bertemu, pikir satu kali lagi, kenapa jalur itu kamu nilai pas untukmu. Apa dari awalnya memang kamu pengin di sana? Apa kamu percaya kamu dapat lebih berkembang sama seperti yang kamu ingin jika berpindah ke jalur itu? Atau sebab kamu menyaksikan rekan yang ambil jalur di sana nampak lebih berbahagia dan akan lebih sukses darimu? Atau semata-mata sebab banyak teman-temanmu di jalur itu dan kamu berasa tentu hebat jika kalian dapat kuliah sama?

post

12 Quote Lucu untukmu yang Masih Sering Mengeluhkan Kejomloanmu. Dibawa Happy Aja Lagi~

Lulus kuliah ialah mimpi semua mahasiswa. Rasanya tidak sabar untuk selekasnya melepaskan gelar mahasiswa dan mengubahnya dengan sarjana. Kemudian, baru kita dapat lebih optimis berkompetisi di dunia kerja yang ucapnya keras.

Ada yang telah membuat periode depannya demikian rupa. Ada pula yang biarkan segala hal mengucur demikian saja, sampai tidak berasa 2 tahun telah berakhir misalkan. Kurang lebih apa ya yang terjadi sepanjang 2 tahun itu?

Semua jerih payahmu sepanjang empat tahun akan terbayarkan di peristiwa ini. Menyusutnya berat tubuh, mata bengap sebab umumnya bergadang, sakit hati memburu-ngejar dosen pembina yang tidak pas janji sepanjang pembuatan skripsi – semua akan terbayarkan saat kamu naik ke tribune, berjabatan tangan dengan rektor, lalu berpose bersama orangtua dengan toga dan ijazah pada tangan. Senyuman megar di muka orang tuamu membuat kamu berasa perjuanganmu sejauh ini impas.

Kamu senang, orang tuamu senang. Wisuda jadi peristiwa berbahagia.

Sesudah periode senang-senang rayakan kelulusan selesai, kamu akan selekasnya sadar jika kamu tidak dapat lama-lama berbahagia dan harus selekasnya cari kerja. Telah sarjana, malu dong jika nganggur semakin lama. Kini waktunya kamu mulai cari pekerjaan dan berdikari secara keuangan.

Jika dahulu ijazah S1 saja rasanya cukup buat berkompetisi di dunia kerja. Tetapi saat ini kok ijazah S2 dan S3 bersebaran. Bagaimana kita dapat cukup PD dengan ijazah S1?

Ada yang pilih ‘sekolah dahulu ajalah’ dengan argumen ‘kalau nanti-nanti tentu malas kembali belajarnya. Ada pula yang pilih ‘kerja dahulu dech, S2 dapat nanti-nanti jika sudah berpenghasilan sendiri.’

Apa saja opsimu, ke-2 nya memerlukan penyiapan dan usaha yang tidak bermain-main. Jika kamu tentukan S2, kamu akan direpotkan dengan semua penyiapan berkaitan registrasi di universitas yang kamu harapkan. Dimulai dari memburu surat referensi sampai memburu info beasiswa.

Kamu yang memilih untuk langsung kerja akan ditempatkan pada masalah. Lowongan yang ada banyak, tetapi mana yang terbaik untukmu? Tentu saja seluruh orang pengin bekerja sesuai dengan spirit atau gelar agar waktu 4 tahun yang kita menempuh untuk kuliah tidak percuma. Tetapi terkadang kamu harus hadapi fakta. Lowongan yang ada tidak seperti spirit atau gelar, tetapi yang seperti spirit dan gelar tidak membuka lowongan.

post

Kebiasaan Pencet Klakson, padahal Lampu Baru Aja Hijau. Antara Resek dan Sebuah Keharusan~

Dalam semua rutinitas yang kita kerjakan, tentu saja ada bermacam jenis ketentuan, etika, dan adat yang harus dijunjung tinggi. Seperti kata peribahasa, di mana bumi dijejak, di situlah langit dijunjung. Begitupun saat kita mengemudi di jalanan umum yang dipakai oleh beberapa orang. Pernah tidak sich kamu memerhatikan rutinitas-kebiasaan orang Indonesia saat mengemudi? Ya, diantaranya ialah hoby sekali membunyikan klakson saat lampu di trafik light barusan beralih menjadi hijau.

Memang sich, lampu hijau bermakna semua kendaraan harus selekasnya berjalan kembali, tetapi jika baru saja hijau dan beberapa orang sudah sahut-sahutan dengan klaksonnya setiap kadang membuat kesal juga. Apa lagi jika di sana ada orang yang sudah lansia atau beberapa anak kecil yang digendong dengan orang tuanya. Rutinitas yang ini kadang membuat kita bingung, apa memang patut disebutkan jahil, atau sebuah kewajiban yang penting dilaksanakan, ya? Hmmmmm~

Walau kadang berkesan demikian ngeselin dan kerap membuat kesal sekali, tetapi ternyata beberapa orang yang hoby membunyikan klakson saat lampu jalan raya barusan beralih menjadi hijau itu bukan tanpa argumen lo. Sering beberapa orang yang ada di jejeran paling depan saat menanti penggantian lampu dari merah ke hijau ini pada bengong alias ngelamun. Mending jika masihlah ada fokus walau sedikit, tetapi permasalahannya jika sudah pada bengong ini jangankan diklakson, lha wong dibawain bicara saja tidak menyambung kok. Akhirnya jika tidak diklaksonin dari belakang mereka tidak akan ide buat selekasnya jalan. Kebayang kan, jika misalkan ada sangat banyak kendaraan ada berada di belakangnya?

Pengendara yang membunyikan klakson di trafik light itu semestinya tidak boleh asal-asalan sich, walau punyai argumen tertentu. Bolehlah, kamu sekali atau 2x menekan tombol klakson buat ngingetin barisan yang berada di depanmu jika lampu. Asudah beralih menjadi hijau dan mereka harus selekasnya jalan.

Jika kamu membunyikannya sampai berulang-kali dan kenceng-kenceng sich itu namanya bukan. Angingetin kembali, tetapi memang dasarnya kamu orang yang tidak sabaran. Orang kembali tergesa-gesa, ditambahkan diklaksonin berulang-kali, yang ada malahan membuat pemikiran jadi kacau-balau. Tidak mau, kan, kecelakaan di jalanan makin bertambah hanya karena beberapa orang yang tidak dapat mengendalikan emosinya? Janganlah sampai deh~

post

Nggak Selalu Menye-Menye, ini 5 Drama Korea yang Bertema Monster. Bukti Drakor juga Variatif!

Sinetron Korea selalu disamakan dengan narasi cinta yang menye-menye. Ini tidak seutuhnya salah ingat banyak sinetron Korea terkenal yang menceritakan masalah cerita cinta. Hal bau cinta-cintaan ini membuat beberapa orang jemu bahkan juga jadi malas melihat seri Korea. Tetapi, apakah benar semua sinetron asal Negeri Gingseng selalu bertopik cinta?

Nah, untuk kamu yang jemu atau tidak ketarik menonton sinetron Korea sebab cerita cintanya, ada lo drama korea yang lain mengusung topik berlainan seperti kriminil, hukum, bahkan juga bertopik monster. Nah, kesempatan ini Hipwee Selingan akan mereferensikan 5 drama korea yang bertopik monster. Harus dipahami, 5 judul ini diputuskan untuk argumen keanekaragaman. Ada yang bertopik monster menakutkan sampai monster menggemaskan. Nah, dibanding lama-lama kembali, yok, langsung saja baca daftarnya di bawah ini!

Pertama ada seri Korea garapan Netflix dengan judul “Sweet Home”. Seri yang diadaptasi dari komik webtoon ini di-launching pada tahun akhir 2020. Sinetron Korea ini lansung jadi tontonan favorite beberapa fans sebab menunjukkan sosok-sosok monster menakutkan dalam ceritanya.

Monster dalam sinetron “Sweet Home” berawal dari pandemi misteri yang mengganti manusia jadi monster. Ada beberapa monster seperti monster protein, monster lidah, monster buta, sampai monster bola mata. Menariknya, monster dalam seri ini mempunyai narasi dan masa lampau yang membuat beberapa pemirsa dapat pahami dan rasakan pahitnya kehidupan mereka.

“Kingdom” ialah seri garapan Netflix yang menceritakan mengenai kehidupan di zaman kerajaan persisnya di zaman Joseon. Hal yang membuat seri ini menarik ialah proses produksinya yang paling detil menunjukkan latar, baju sampai properti-properti dari jaman kerajaan itu.

Sedikit berlainan dengan seri monster lain, “Kingdom” menceritakan mengenai pandemi misteri yang mengganti warga jadi monster zombi. Ini jadi menarik ingat latar waktu seri ini. Dengan singkat, seri “Kingdom” menyatukan ide riwayat Korea dengan bebatan monster zombi. Bagus!

Lalu ada “The School Nurse Files”. Sama dengan sinetron “Sweet Home”, seri ini menunjukkan figur monster yang dari kemauan manusia. Hal yang membuat drama korea ini unik ialah pelukisan monster yang jauh dari kata menakutkan. Monster-monster ini cuman dapat disaksikan oleh figur perawat sekolah namanya Ahn Eun-Young.

Sebagai bocoran, monster dalam seri ini seperti slime atau cermat. Walau berupa menggemaskan, monster itu memberikan ancaman kehadiran sekolah tempat manusia melakukan aktivitas.

post

11 Kartun Lawas ini Jarang Dibahas Lagi, tapi Nggak Kalah Legendaris. Masih pada Ingat Nggak?

Dalam semua rutinitas yang kita kerjakan, tentu saja ada bermacam jenis ketentuan, etika, dan adat yang harus dijunjung tinggi. Seperti kata peribahasa, di mana bumi dijejak, di situlah langit dijunjung. Begitupun saat kita mengemudi di jalanan umum yang dipakai oleh beberapa orang. Pernah tidak sich kamu memerhatikan rutinitas-kebiasaan orang Indonesia saat mengemudi? Ya, diantaranya ialah hoby sekali membunyikan klakson saat lampu di trafik light barusan beralih menjadi hijau.

Memang sich, lampu hijau bermakna semua kendaraan harus selekasnya berjalan kembali, tetapi jika baru saja hijau dan beberapa orang sudah sahut-sahutan dengan klaksonnya setiap kadang membuat kesal juga. Apa lagi jika di sana ada orang yang sudah lansia atau beberapa anak kecil yang digendong dengan orang tuanya. Rutinitas yang ini kadang membuat kita bingung, apa memang patut disebutkan jahil, atau sebuah kewajiban yang penting dilaksanakan, ya? Hmmmmm~

Tidak dipungkuri kembali jika untuk beberapa orang rutinitas membunyikan klakson walau sebenarnya lampu barusan beralih menjadi hijau ialah satu hal yang dipandang jahil. Terutama untuk beberapa orang yang memakai kendaraan mereka dengan transmisi manual. Bayangin saja tuch, sering di beberapa detik merah paling akhir dan belum beralih menjadi hijau saja kita sudah diklaksonin sama yang belakang. Walau sebenarnya, yang bernama kendaraan dengan transmisi manual kan tidak langsung bisa cabut demikian saja seperti kendaraan dengan transmisi matic. Hal seperti begini nih yang kadang membuat emosi di jalanan jadi tidak konstan dan maunya geram-marah lagi. Sudah tahu baru ingin bersiap jalan malahan terasa seperti diburu-buruin.

Walau kadang berkesan demikian ngeselin dan kerap membuat kesal sekali, tetapi ternyata beberapa orang yang hoby membunyikan klakson saat lampu jalan raya barusan beralih. menjadi hijau itu bukan tanpa argumen lo. Sering beberapa orang. Ayang ada di jejeran paling depan saat menanti penggantian lampu dari merah ke hijau ini pada bengong alias ngelamun. Mending jika masihlah. Aada fokus walau sedikit, tetapi permasalahannya jika sudah pada bengong ini jangankan diklakson, lha wong dibawain bicara saja tidak menyambung kok. Akhirnya jika tidak diklaksonin dari belakang mereka tidak akan ide buat selekasnya jalan. Kebayang kan, jika misalkan ada sangat banyak kendaraan ada berada di belakangnya?

post

Susahnya Punya Barang Baru di Masa Sekolah. Langsung Jadi Sasaran Banyak Bocah Lain!

Masa lalu kocak dan manis di periode sekolah memang tidak ada habis-habisnya jika dibahas. Diantaranya yang terbanyak dikenang ialah saat dahulu kita mempunyai beberapa barang baru, dimulai dari seragam, tas sekolah, tempat minum, sepatu, sampai bermacam jenis barang yang lain yang selalu dibawa saat kita pergi sekolah. Tidak hanya anak SD saja, bahkan juga saat kita duduk di kursi SMP atau SMA juga tidak terlepas menjadi perhatian rekan-rekan yang lain bila punyai barang baru.

Apa lagi jika barang itu dipandang mahal, tidak seluruh orang dapat membeli, dan tentu digunakan setiap hari. Sudah terang kita akan tidak dapat rasakan hari-hari yang tenang minimal dalam kurun waktu satu minggu pertama saat memakai barang itu. Bukanlah gimana-gimana, tetapi jika waktu itu kita bawa barang baru ke sekolah, selalu saja terasa jadi target banyak bocah yang lain, ditambah beberapa anak satu kelas.

Memperoleh barang baru di periode sekolah dapat disebut adalah kebangaan tertentu yang pantas untuk minimal iseng ditampilkan. Masalahnya untuk memperoleh beberapa hal itu, dahulu kita harus melalui beberapa ujian lebih dulu dari orangtua kita. Seperti misalkan harus peroleh nilai bagus saat ulangan harian, harus juara tiga besar saat di kelas, harus dapat belajar nabung, sampai harus nurut sama ke-2 orangtua saat kita diminta tidak bisa mengulang kekeliruan-kesalahan yang terjadi awalnya. Kemungkinan, saat membaca. Iini kamu berasumsi jika hal itu biasa saja, tetapi kenyataannya dahulu kita tidak gampang untuk lakukan hal itu lo. Dari yang umumnya males-malesan jadi rajin, atau yang umumnya selalu ngeyel jadi nurut lagi sama emak dan bapak.

Dibalik rasa senang dan berbahagia sebab punyai bermacam jenis beberapa barang baru yang tidak. Dipunyai oleh rekan yang lain, ada beberapa hal yang kadang membuat kesal. Persoal ini kemungkinan ialah diantaranya. Ingat tidak sich, jika dahulu kita punyai barang baru tentu selalu dijahilin sama teman yang lain. Itu belum juga apa-apa, kadang kita dipandang anak orang kaya sekalian. Disikapin dengan sikap sinis, dan jika anak orang kaya di mata beberapa. Anak sekolahan waktu itu imagenya selalu saja nampak sebagai bocah yang manja dan gengsi-gengsian. Kesal sekali, kan? Iri ngomong dong, bosss! Walau sebenarnya kita tidak ngapa-ngapain, berlagu juga tidak 🙁

post

5 Hal yang Biasanya Terjadi Saat Kita Ngecek HP Milik Orang Tua. Sering Banget Begini nih!

Tiap angkatan tentu saja mempunyai keunikannya sendiri-sendiri, dan kekhasan dari tiap angkatan itu sudah tentu berlainan satu dengan yang lain. Diantaranya ialah angkatan orangtua kita yang pernah merasakan perubahan jaman dan sekarang hidup di jaman serba kekinian dan apa-apa kerap bermasalah dengan yang bernama HP atau handphone.

Kamu pernah tidak sich memerhatikan ketidaksamaan-perbedaan anak muda dan orangtua saat menggenggam dan memakai handphone? Tidak dipungkuri kembali sich jika handphone memang jadi salah satu perihal yang sekarang ini dipunyai oleh sebagian besar orang dari bermacam jenis usia. Tetapi ternyata, ada beberapa hal lucu yang sering kali dapat kita dapatkan saat menyaksikan beberapa orangtua menggunakan benda itu. Coba baca pembahasan di bawah ini, tentu minimal kamu pernah sekali atau 2x menyaksikan orangtua dengan type seperti begini saat mereka memakai HP atau handphone.

Hal kocak yang ini nyaris sering kali terjadi di kelompok orangtua yang kembali menggunakan HP. Tidak tahu bagaimana ceritanya dan bagaimana gambar yang ini menyebar luar, tetapi dapat ditegaskan sangat banyak orangtua yang jika gunakan HP tentu tingkat kecemerlangan monitornya dibikin semaksimal kemungkinan. Kemungkinan sich agar ceria dan terang, tetapi kadang yang menonton sepintas saja rasanya sudah silau sekali

Semua orangtua jika gunakan HP tidak diatur dengan mode-mode optimal sepertinya benar ada yang kurang apa bagaimana sich? Jika barusan yang dibuat optimal ialah tingkat kecemerlangan alias brightness, saat ini sound juga tidak mau kalah, dibuat optimal. Jangankan untuk streaming YouTube, wong sirenenya bunyi saja sekampung dapat dengar!

Tidak hanya itu saja, ukuran font alias tulisan yang berada di HP punya mereka tidak kalah jumbo. Walau sebenarnya, umumnya mereka jika kembali di muka monitor HP selalu gunakan kacamata lo. Tetapi tetep saja ukuran font dibuat optimal juga. Tingkah laku orangtua kadang memang senang lucu, ya~

Entahlah memang malas, tidak ada waktu, atau bingung triknya, kerap kali bila kita buka HP punya orangtua. Kita ada sangat banyak pemberitahuan yang bahkan juga ada semenjak. Beberapa hari kemarin. Entahlah itu SMS operator, group WhatsApp, Facebook, atau dari sosial media yang lain, tetapi yang pasti peristiwa. Satu ini sering sekali terjadi. Ini nih memang hoby orangtua, rutinitas, atau bagaimana sich? 🙁

post

Gegara Filter TikTok, Kita Bisa Nostalgia sama Sinetron Laga Misteri Dua Dunia. Legend Banget nih!

Indonesia memang populer dengan film sinetron yang mempunyai ciri-ciri uniknya tertentu. Walau kadang banyak yang ngomong aneh dan memaksain, sampai saat ini perubahan. Industri selingan kita sudah alami perubahan yang demikian cepat. Berjalan mundur ke zaman tahun 2000-an, jika kamu ingat ada sebuah. Acara TV bertema Mistis Dua Dunia yang saat itu disiarkan di stasiun TV Indosiar. Pemain inti dalam film sinetron ini diantaranya ialah Febby Lawrence, Devi Permatasari, Tio Duarte, Jihan Fahira, dan beberapa. Bintang film sinetron yang lain.

Tidak bermain-main, jumlah adegan yang disiarkan waktu itu juga sejumlah sekitar 30 lo. Film sinetron yang ini memang populer dengan figur fenomenalnya, yakni siluman berupa 1/2 manusia dan 1/2 ular. Tentu saja dengan pengemasan yang Indonesia sekali. Sesudah demikian lama daya ingat kita berkaitan film sinetron itu raib, pada akhirnya saat ini kita dapat bernostalgia dengan film sinetron itu karena TikTok.

Jika tidak ada filter TikTok yang namanya time warp waterfall, kemungkinan lain ceritanya dan kita tidak akan bernostalgia kembali mengenai kekhasan film sinetron usang itu. Sekian hari akhir-akhir ini memang sangat banyak beberapa video TikTok yang trending dan menyebar luas sampai ke bermacam jenis sosial media yang lain seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Sebagian besar video yang trending itu mempunyai content yang serupa, yakni memakai filter time warp waterfall yang membuat 1/2 tubuh kita jadi kabur dan pada akhirnya seakan-akan seperti siluman ular dalam film sinetron itu. Netizen Indonesia memang juara jika kasus membuat content aneh-aneh seperti begini sich.

Tidak seperti sekarang ini, dahulu ketentuan siaran selingan yang berada di TV dapat disebut tidak seketat saat ini. Tahu sendiri lah jaman saat ini apa-apa disensor, serta hal yang tidak. Pikirkan buat disensor juga sama pemerintahan masih akan disensor. Nah, Dua Dunia ini dahulu memang tampilkan beberapa figur dengan. Baju-pakaian yang sedikit terbuka, apa lagi jika pemainnya gunakan baju tradisionil. Karena itu jaman dahulu kita sering kali curi-curi peluang buat menonton acara ini agar tidak kedapatan dengan orang tua. Tiap pulang sekolah, tentu duduk langsung manis di muka TV sekalian makan siang dan nungguin acara itu tampil.