post
Pernah tidak sich kamu alami peristiwa seperti pada atas? Awalannya. Kalaulah berduka dan pengin menangis, bisa ditahan-tahan. Kamu juga berlaku cerah seakan tidak ada yang lagi mengusikmu. Hingga kemudian seorang menanyakan: “Kamu baik saja?”. Lalu, semua pertahananmu luruh. Kamu juga seperti Didi Kempot yang tidak dapat meredam sakitnya ditinggal, ambyar.

situs judi vegas188 slot online menanyakan “Kamu tidak apa-apa?” atau?”. Walau sebenarnya awalnya kamu berasa baik saja. Mungkin kemungkinan-kemungkinan ini dapat menjawab, mengapa hati berasa ambyar dan tangis kerap pecah saat ditanyakan apa.

agen judi vegas188 slot terpercaya. Permasalahan yang bertumpukan, dan kemungkinan fisik merasa overwhelmed. Tetapi kamu selalu berasa itu bukanlah hal yang besar. Tidak apa-apa kok, nanti usai sendiri, demikian katamu dalam hati. Tetapi, pertanyaan  itu ibarat sebuah pukulan untukmu memeriksa apa yang sesungguhnya terjadi. Lantas, ambyar itu berasa saat kamu mendapati bukti jika rupanya kamu memang tidak baik saja.

situs judi vegas188 slot online. Tetapi hidup lagi berjalan bagaimana juga hatimu sekarang ini. Sebab tidak pengin memberatkan seseorang, lalu kamu juga bersandiwara segala hal prima dan. Tetapi, saat seorang menanyakan bagaimana kabarmu ini hari, kamu tidak dapat bohong kembali. Kamu tidak berhasil sembunyikan bukti jika. Tidak apa-apa kok, sebab kamu tidak harus baik saja sejauh waktu.

agen judi vegas188 slot terpercaya dan emosimu kurang konstan. Saat seorang menanyakan “Kamu tidak apa-apa?”, kamu menganggap sebagai penegasan jika gesturmu sedang murung durja. Kamu menganggap sebagai sebuah tuntutan jika kamu harus tersenyum, ketawa, dan bergurau sejauh waktu. Kemurunganmu dipandang sebuah permasalahan, dan karena itu kamu berasa benar-benar capek. Kamu juga kecewa, sebab, memangnya kamu harus tersenyum dan ramah lagi tiap hari?

Sejauh ini kamu selalu simpan semua sendiri. Kecuali kamu malas memberati seseorang dengan bebanmu, kamu berasa tidak bakal ada yang perduli. Karena itu kamu selalu bersandiwara baik saja, walau dalam hatimu amburadul. Tetapi, saat seorang memperlihatkan kepeduliaannya dengan menanyakan , pertahanan diri kamu roboh. Apa yang kamu tahan-tahan sejauh ini juga pada akhirnya luruh. Kamu berasa dipahami, dan entahlah kenapa, itu membuat kesedihanmu malah tidak tertahan kembali.