post

Jodoh kata simpel merasa memengapkan dada. Saat kita masih usaha cari dan mendapati figur dambaan itu. Jodoh sebuah phrase baru yang akan mengubah kehidupan kita. Saat kita dahulu sendiri jadi berdua.saat sebuah tanggung jawab teremban di bahu kita. Jodoh kalimat yang membuat sang jomblo melipir pergi menghindar sebuah percakapan. Menghindar publikasi cenderung pilih tutup pintu dalam dalam takut betul untuk ditanyakan akan sebuah jalinan.

jodoh sebuah rahasia dari si Maha Kuasa, yang tidak akan mampu dibuka bila belum waktunya, sebuah ketentuan pasti hubungan yang suci.

jodoh sebuah rahasia dari si Maha Kuasa, yang tidak akan mampu dibuka bila belum waktunya, sebuah ketentuan pasti hubungan yang suci.

Lantas bagaimanakah dengan diri ini? yang pilih sendiri tanpa sebuah loyalitas. Pilih menjauhi jalinan sosial takut untuk mengawali sebab tahu apa rasanya terluka?

Apa diri ini tidak berjodoh? apa diri ini tidak punyai seorang yang bisa menjadi tulang punggung. Pemilik raga yang sesungguhnya. Inti ikatan yang seutuhnya.

Diri ini terlalu takut untuk memijak dijalan yang sudah ada, diri ini begitu takut untuk mengutarakan perasaan, masih bergelut di lokasi yang sama, tetap dengan hati yang kacau masih teramat sangsi pada figur yang pengin dijangkau. Menjejaki jalan yang legal itu tidak gampang bukan susah namun teramat menciut nyali dalam diri bila ditempatkan pada keadaan seertiini, penuh akan kebimbangan.

Inti cinta sejati yang harus nimbrung ” pernikahan” teramat susah untuk cobanya, menjadikan satu dua ego menyatukan sebuah mimpi jadi satu. Bukan kekasihan yang saat dosa dapat bertukar pasangan. Ini ikatan sah yang terdaftar legal di negara dianggap dalam masyarakat bahkan juga nantinya disuruh pertanggung jawaban di akhirat.